Pengalaman Menginap Di Homestay Unik Yang Bikin Liburan Semakin Berkesan
Tahun lalu, saya memutuskan untuk mengambil liburan yang sedikit berbeda dari biasanya. Setelah bertahun-tahun menjelajahi hotel berbintang, rasanya sudah saatnya merasakan suasana baru. Saya menemukan sebuah homestay unik di pedalaman Bali, yang membuat saya bersemangat sekaligus penasaran. Dengan harapan bisa merasakan kehidupan lokal dan menjauhi kebisingan kota, saya pun merencanakan perjalanan ini.
Menemukan Homestay
Pencarian dimulai dari sejumlah review di internet dan rekomendasi teman. Akhirnya, saya jatuh cinta pada homestay yang bernama “Bali Eco Retreat”. Foto-foto tempat itu menunjukkan kamar dengan atap jerami dan pemandangan sawah yang menakjubkan. Momen ketika konfirmasi pemesanan tiba adalah saat penuh kegembiraan dan juga sedikit kecemasan. Apakah tempat ini benar-benar seperti dalam gambar? Apakah saya akan merasa nyaman? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantui benak saya selama perjalanan menuju lokasi.
Suasana Baru
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dari bandara Ngurah Rai menuju Ubud, akhirnya mobil berhenti di depan gerbang homestay tersebut. Suara gemericik air dari sungai kecil di samping homestay menyambut kedatangan saya. Semua kelelahan perjalanan seolah lenyap saat melihat lanskap hijau yang segar di sekitar kami.
Saat memasuki kamar, aroma alami kayu dan tanaman langsung menyapa indra penciuman saya. Interiornya sangat sederhana namun memesona; ada perabotan kayu handmade yang terlihat dipelihara dengan baik, lampu-lampu temaram membuat suasana hangat dan intim. Dan ternyata, ada kejutan lain—pemilik homestay adalah pasangan lokal yang sangat ramah!
Momen Berkesan Selama Menginap
Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika pemilik mengajak kami mengikuti kelas memasak masakan tradisional Bali di dapur mereka. Awalnya agak canggung; tidak pernah terbayang akan berada di dapur orang lain mengaduk bumbu sambil dibimbing oleh seorang chef lokal! Namun seiring waktu berlalu, kehangatan interaksi menciptakan suasana akrab.
Saya ingat dialog sederhana antara kami: “Jadi kamu lebih suka pedas atau manis?” Tanya sang chef dengan senyuman lebar. Jawaban “pedas!” mengubah hari itu menjadi momen penuh tawa ketika mereka menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan rasa dalam masakan Bali.
Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang kuliner Indonesia tetapi juga mendekatkan diri kepada budaya setempat secara otentik—suatu hal yang tidak bisa didapatkan di hotel-hotel mewah.
Refleksi Dan Pembelajaran
Saat liburan mendekati akhir, ada perasaan campur aduk: senang karena telah mengalami sesuatu yang berbeda namun sedih harus meninggalkan semua itu. Selama beberapa hari tinggal di sana, keindahan sifat manusia jadi pelajaran terbesar bagi saya—simplicity and warmth always win over luxury.
Menginap di “Bali Eco Retreat” memberi makna baru pada konsep liburan bagi saya: bukan hanya sekadar tempat tidur untuk beristirahat setelah eksplorasi harian; tapi juga sebagai ruang untuk belajar dan berbagi cerita bersama orang-orang hebat.
Jika Anda mencari pengalaman serupa atau ingin tahu lebih lanjut tentang destinasi menarik lainnya, kunjungi mmfatimaitalia.